SUBANG, DENEWSJABAR.COM – Aksi demonstrasi yang tergabung dari beberapa aliansi buruh dan mahasiswa yang menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja di Depan Kantor Bupati Subang Jawa Barat, Kamis (8/10/2020) siang, mulai memanas.
Berdasarkan pantauan Denewsjabar.com, hal itu terjadi karena Bupati Subang maupun perwakilannya tidak ada yang menemui demonstran yang sejak pagi berkumpul di Alun-alun depan Pemda Subang yang meneriakan “Tolak UU Cipta Kerja atau Omnibus law” yang telah disahkan pada Senin 5 Oktober 2020.
Sekira pukul 14.22 WIB sejumlah demonstran yang diduga bukan dari kalangan buruh atau Penyusup yang berada di barisan depan mulai mendorong-dorong pintu utama gerbang besi Kantor Bupati Subang sampai akhirnya pintu gerbang besi terbuka sambil melemparkan botol-botol air mineral dan batu ke arah Petugas. Beruntung pintu gerbang berhasil ditutup kembali. Adapun penyusup itu diduga merupakan kelompok Anarko.
Namun dua anggota Polisi menjadi korban akibat lemparan batu dari para demonstran yang bukan buruh, satu anggota tepat di kelopak mata bawah sebelah kiri dan satu lagi dikepala, berdarah karena luka sobek dan langsung mendapat penanganan khusus Tim Medis yang sudah disiapkan di halaman samping Kantor Pemda Subang.
Sementara itu, satu mobil Pemadam Kebakaran sudah disiapkan di belakang gerbang beserta personil gabungan dari TNI, Polisi dan Satpol PP. Polisi yang berpakaian lengkap dengan perisai hitam langsung berbaris berjaga ketat guna mengantisipasi semakin memanasnya aksi unjuk rasa dan serangan tak terduga dari para demonstran.
Sri Mulus Sugiharti